PENYULUHAN PERIKANAN
BK Tamu
----
Resep
----
Lumayan
----
Tukang KOI
----
shabbar
----
bbdaya
----
Marginal
----
intert
SELAMAT DATANG DIBALAI PELAKSANAAN PENYULUHAN PERIKANAN ( BP2P ) TAMANAN
Senin, 11 April 2011
ICHTISAR PERIKANAN TAMANAN
POTENSI PERIKANAN TAMANAN
Potensi sektor perikanan di Kecamatan Tamanan sangat menjanjikan. Potensi perikanan tersebut meliputi perikanan Perairan Umum (tangkap) dan perikanan darat yang berupa budidaya ikan konsumsi dan ikan hias.
Di Kewcamatan Tamanan potensi perikanan darat sangat menjanjikan baik budidaya ikan untuk konsumsi maupun budidaya ikan hias. Untuk budidaya ikan konsumsi yang dominan adalah: Tombro, Tawes, Mujair, Nila, Gurami, Lele dan Sepat dengan daerah pemasaran baik lokal, regional maupun nasional. Selain itu untuk ikan hias yang banyak di budidayakan adalah: Koi dengan daerah pemasaran baik lokal, regional maupun nasional. Sedangkan ikan hias Koki, Manfish, Oscar Sumatera dan Black Molly lebih banyak untuk memnuhi permintaan lokal dan regional Jawa Timur
Adapaun daerah sentra ikan konsumsi di Kecamatan Tamanan adalah sebagai berikut :
• Ikan Tombro : Desa Karang Melok (Tamanan), Desa Sumber Kemuning ( Tamanan),
• Ikan Tawes : Desa Sumber Kemuning (Tamanan)
• Ikan Nila : Desa Kemirian dan Sukosari, Desa Tamanan
• Ikan Gurami : Desa Kemirian, Sawentar, Kuningan Desa Mengen, Desa Sumber Anom
• Ikan Lele : Desa Mengen, Desa Tamanan , Desa Kemirian, Desa Sumber kemuning
• Adapun daerah sentra ikan hiyas di Kecamatan Tamanan adalah sebagai berikut :
• Ikan Koi : Desa Tamanani dan Sumber Kemuning ,Desa Karang mellok Ikan Manfis : Desa Sb. Kemuning .
• Ikan Sedaker : Desa Sb.Kemuning.
SUB RAISER IKAN HIAS
Kecamatan Tamanan merupakan salah satu sentra produksi ikan hias khususnnya ikan hias Koi. Sehingga setiap menyebut ikan hias Koi pasti mengarah ke Kecamatan Tamanan sebagai salah satu produsen ikan koi berkualitas. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan seringnya Tamanan memperoleh Juara dalam event pelombaan (kontes) ikan koi baik yang diselenggarakan event regional. Oleh sebab itu pengembangannya dimasa datang harus di lakukan secara memadai untuk memberikan jaminan terhadap kualitas produk.
TERIMA KASIH ANDA TELAH MELEWATI POST. KE I.
Post. II
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, sehingga Penyusunan Artikel
” Mempercepat Waktu Panen Ikan “
dapat terselesaikan . Dengan harapan agar artikel ini lebih tersebar ke masyarakan dan memanfaatkannya untuk membuka peluang usaha, terutama usaha perikanan kearah peningkatan ekonomi keluarga, menuju cita-cita bangsa menjadi masyarakat adil dan makmur.
Semoga buku ini dapat bermamfaat bagi kita semua yang membaca, dan harapan kami kritik / saran yang membangun
Amin Amin Amin
Yarobbalalamin
Penyusun :
Suharto. SP
BAB.I
I. PENDAHULUAN
Mempercepat Pertumbuhan Ikan Budi Daya Dengan Probiotik
Pertumbuhan Ikan Budi Daya yang cepat tidak hanya membuat hati senang tetapi juga menekan pengeluaran untuk pakan,mempercepat masa panen dan ikan bisa dipanen dalam ukuran yang seimbang. Banyak pengalaman petani budi daya ikan harus melakukan panen secara bertahap karena ukuran ikan saat ditebar sama tetapi mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda. Karena itu beberapa rekayasa dan upaya dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ikan dan ukuran yang seragam dengan demikian efisiensi produksi budi daya ikan menjadi cukup baik. Beberapa petani ikan menempuh cara dengan memberikan makanan berprotein tinggi dan memberikan makanan alami seperti keong, bekicot dan lain-lain. Akan tetapi pemberian pakan alami terkendala karena tidak praktis. Pada beberapa budi daya ikan seperti budi daya ikan guramih,Ikan Lele, Ikan Nila, Ikan mas dan lain sebagainya, pemberian probiotik telah dirasakan manfatnya dalam mempercepat pertumbuhan dalam budidayaikan. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang sangat bermanfaat bagi makhluk hidup. Mikroorganisme yang terkandung pada Probiotik mampu membantu pencernakan makanan pada tuhuh hewan dan manusia sehingga makanan yang mengandung probiotik akan mampu dicerna dan diserap tubuh dengan baik. Selain itu probiotik mampu meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan penyakit.
Pada Budi Daya Ikan probiotik diberikan sebagai campuran makanan dan ada yang ditaburkan pada kolam pemeliharaan. Untuk Probiotik yang dicampur pakan, bisa dicampurkan dengan pakan buatan pabrik (pelet) maupun pakan alami seperti daun-daunan. Penebaran probiotik pada kolam akan membantu tumbuhnya plankton-plankton dan mikroorganisme lainnya dalam air kolam sebagai makanan alami ikan. Probiotik jenis ini akan menggemburkan dasar kolam sekaligus memelihara kualitas air seperti Nature atau Super Plankton. Probiotik ini cukup diguyurkan ke air kolam pada pagi hari setiap dua minggu sekali supaya air selalu sehat, tidak blooming dan penuh dengan plankton sebagai pakan alami.
Pengalaman dari Himawas Atasasih, pemilik HMPS di Jl Sutijap 23 Wates, Kulonprogo, Para petani Ikan Guramih Kulonprogo sudah terbiasa memakai probiotik dicampur pakan.Dengan campuran probiotik dan pelet membuat metabolisme dan pencernaan ikan sempurna. Sebagian besar, 90% pakan yang masuk ke tubuh akan menjadi daging ikan. Pengalaman Pak Eka, petani gurami dari Desa Karang melok, membenarkan pemberian probiotik sangat membantu pertumbuhan ikan. Saat melihat di kolamnya banyak gurami stres dan mengambang bahkan beberapa mati, dia secepatnya mengguyurkan sebotol probiotik campur segenggam gula pasir ke kolam. Keesokan harinya air kembali hijau jernih dan semua guraminya sehat kembali. Pengalaman para petani ikan Gurami di Karangmelok telah meninggalkan cara konvensional budi daya guramih dan beralih ke cara modern dengan memanfaatkan probiotik. Budi Daya ikan dengan cara konvensional 30 kg pelet hanya menjadi 22 kg daging ikan, dengan sistem Kurda (kurungan Dalam) bisa menjadi 28-30 kg atau konversinya 1:1.
Artinya, ikan lebih berbobot karena penambahan probiotik akan menjadikan 90% pakan menjadi daging dan hanya 10% yang dibuang sebagai amoniak. Menurut Wiwied Usman, Sekjen PerMina sekaligus pembudi daya Ikan Gurami, Kelebihan lain penerapan sistem Guba, pertumbuhan lebih cepat sehingga waktu pemeliharaan lebih pendek. Bila dengan sistem konvensional untuk mencapai berat 1 kg butuh waktu dua tahun, dengan sistem Guba hanya butuh waktu satu tahun. Pengalaman mereka untuk mencapai 8-9 ons dari ukuran silet cukup dalam waktu 9 bulan dengan kombinas pakan daun sekali sehari. Cara konvensional tanpa penambahan probiotik pada pakan, setahun baru mencapai berat 6-7 ons. Pakar gurami dari Jurusan Perikanan UGM Ir Gandung Hardaningsih menguraikan, dari berbagai riset, probiotik memang terbukti bagus untuk pemeliharaan air kolam dan pemacu pertumbuhan ikan. Karena ada introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan ikan juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit. Yang pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena probiotik juga merangsang nafsu makan. “Saya kira probiotik akan menjadi andalan para petani ikan di masa depan karena manfaatnya sangat besar pada pertumbuhan ikan sehingga cukup berarti dengan keuntungan yang didapat,’’ tandasnya. Probiotik ibarat benteng pertahanan diri, sebaiknya diberikan sejak dini. Begitu bibit mau masuk kolam, tiga hari sebelumnya air kolam harus diguyur probiotik lebih dahulu agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton. Selanjutnya, pemberian probiotik untuk pemeliharaan air cukup dua minggu sekali atau ketika kondisi air menurun kualitasnya.
BAB.II
II. PERBANDINGAN
Hasil Budidaya Ikan Gurami dengan Cara Konvensional dan Penambahan PROBIOTIK
* Biaya 1.000 ekor bibit gurami ukuran silet / korek dengan harga Rp 1.000,-/ekor , membutuhkan pakan 30 sak (harga Rp210.000).Total modal sekitar Rp 7,5 juta.
Cara konvensional akan menghasilkan ikan sekitar 7 kuintal. Dengan harga panen Rp 20.000 /kg pendapatan petani sekitar Rp14.000.000,-. Keuntungan sekitar Rp 6.000.000 an.
* Sistem Kurda memberikan terobosan pada berat ikan. Dengan penambahan probiotik seperti PROBIO-FISH yang dicampurkan pada pakan, maka hasil panen bisa mencapai 9 kuintal. Berarti pendapatan petani mencapai Rp 18.000.000. Jadi, ada selisih 2 kuintal, senilai Rp 4.000.000, jauh lebih untung dibanding cara biasa.
· Biaya tambahan untuk membeli probiotikpun tidaklah mahal, dua tutup 10 CC untuk mencampur 5 kg pakan pelet, terbukti hasilnya luar biasa. Padahal untuk 30 sak pakan hanya dibutuhkan biaya tambahan untuk pembelian probiotik Rp 40 ribu saja.
· Yakni, untuk pemacu tumbuh Rp 200 ribu,
· untuk penambah bobot Rp 100 ribu,
· dan untuk pengobatan Rp 100 ribu.
· Jadi, Jumlah penambahan biaya Rp 40 ribu,
· tambahan keuntungannya Rp 4.000.000,-
· Tambahan keuntungan dapat anda hitung sendiri
BAB. III
III. Teknik Lain Memacu Pertumbuhan Ikan Nila
Budidaya ikan nila
telah banyak dilakukan sebagai kegiatan sampingan maupun dikelola sebagai sebuah usaha yang mendatangkan profit. Sesungguhnya ikan nila bisa dijadikan alternatif bisnis dalam skala bisnis usaha kecil ataupun usaha sampingan dengan pengelolaan yang lebih baik dan intensif. Denganmenerapkan teknologi dan inovasi baru dalam budidaya ikan nila, sukses bisnis bisa diraih. Kunci keberhasilan budidaya ikan nila sebagai bisnis adalah memacu pertumbuhan ikan nila agar lebih cepat besar dengan bobot yang maksimal. Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk memacu pertumbuhan ikan nila dan ikan budidaya lainnya. Pada tulisan terdahulu telah dibahas mengenai penambahan probiotik yang mampu meningkatkan pertumbuhan ikan. Cara lain yang cukup sederhana untuk memacu pertumbuhan ikan nila adalah dengan cara memotong bagian ekor nila. Logikanya sederhana saja, bagian ekor ikan nila merupakan titik tumpu pergerakan ikan nila, dengan memotong bagian ekor secara tegak lurus akan mengurangi pergerakan ikan nila. Degan berkurangnya pergerakan ikan nila membuat asupan makanan tidak diubah menjadi energi tetapi diubah menjadi daging ikan nila. Sehingga dalam masa pemeliharaan yang sama diperoleh bobot ikan nila yang lebih besar.
Pemotongan Ekor Ikan
Umu 64 hari dari pisahan induk
Pengambilan Gambar di Tamanan dengan perlakuan pemotongan Ekor dan makanan tambahan pabrikan berkadar protein 28 -29 %.
Penelitian Teknologi Memacu pertumbuhan ikan nila dengan pemotongan ekor ikan nila ini telah dilakukan oleh Margaretha Solang, dosen Universitas Negeri Gorontalo di Danau Limboto, Kota Gorontalo. Langkah penelitian ini dilakukan bersama para Mahasiswanya, dengan memotong ekor benih ikan nila usia satu bulan.Hasil pemotongan ekor ikan nila ini nampak dalam masa 1-1.5 bulan setelah pemotongan. Hasilnya bobot ikan nila bisa meningkat dua kali lipat. Dalam masa panen biasanya per kilogram berisi 6 ekor, sedangkan dengan teknologi pemotongan ini per kilogran berisi 3 ekor ikan nila. Sampel yang diambil dalam penelitian tersebut adalah dengan pemeliharaan ikan nila pada jaring apung berukuran 6×6 meter. terbukti mampu meningkatkan pendapatan petani. Budidaya ikan nila yang semula sudah melemah kembali bergairah berkat reka yasa tubuh ikan Teknologi yang sederhana dalam memacu mertumbuhan ikan nila ini mungkin sudah dikenal di beberapa tempat lain, namun belum banyak diterapkan secara umum. Dengan sedikit inovasi dalam bisnis budidaya ikan menghasilkan sukses besar. Selamat mencoba
BAB.IV
IV. Tips Hemat Pakan Dalam Budidaya Ikan
Pakan ikan buatan pabrik memang praktis dan cukup baik untuk pertumbuhan ikan, namun harga pelet ikan yang cukup tinggi cukup memberatkan para petani ikan. Harga Pelet ikan saat ini berkisar pada harga 7 ribu rupiah per kilogram, sedangkan harga ikan Nila, Lele dari petani biasanya dibeli seharga 9500 rupiah, di beberapa daerah mungkin bisa sampai 1200 rupiah per kilogram .Kondisi ini jelas tidak menguntungkan bagi petani ikan, belum lagi permasalahan penyakit ikan, sewa lahan dan lain-lain. Berbagai teknologi untuk memacu pertumbuhan ikan memang telah dilakukan misalnya penambahan robiotik atau pemotongan sirip ekor pada ikan nila. Namun harga pakan yang terlalu tinggi jelas menjadi kendala tersendiri. Salah satu langkah untuk menekaN biaya pakan ikan adalah memanfaatkan makanan sisa dan roti kadaluarsa. Makanan sisa merupakan sisa limbah rumah makan,rumah tangga yang tidak habis dimakan manusia. Pemanfaatan limbah tersebut sangat menguntungkan bagi pembudidaya. Sekarung sisa makanan cukup untuk memberi makan satu kolam berisi lima kuintal bibit bawal ukuran 10 ekor per kg dan nila ukuran 40 ekor per kg selama dua tiga hari, tergantung kondisi fisik pakan. Memang, Cahyanta memang selalu menerapkan teknik polikultur, menebar bawal dengan nila sebagai sampingan. Di sebagian wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, seperti Kecamatan Godean dan Cangkringan yang banyak terdapat kolam air mengalir, pemberian pakan berupa lorotan dan roti kadaluarsa untuk ikan semacam nila mulai marak pada beberapa tahun terakhir. Lorotan adalah sisa makanan restoran atau warung makan. Harga nasi lorotan saat ini Rp500 per kg. Para pembudidaya tersebut memperoleh lorotan sekaligus roti bekas dari pengepul. Campuran lorotan dan roti kadaluarsa dijual Rp50.000 per karung isi 50 kg. Fase pembesaran bawal dan nila membutuhkan waktu 2,5—3 bulan. Jika pembesaran sampai tiga bulan, hitung punya hitung, biaya pakan dengan lorotan hanya Rp2,25 juta, sedangkan yang menggunakan pellet mencapai Rp9 juta. Hanya saja syarat mutlak penggunaan campuran lorotan ini adalah kolam dengan air mengalir. Jika air tidak mengalir ikan bisa mati semua. Ini disebabkan karena adanya lapisan minyak yang timbul dari lorotan. Bila air kolam mengalir, lapisan minyak ini akan hilang dari permukaan air. Apabila air menggenang, minyak bisa saja menyangkut di insang sehingga ikan mati. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, pukul 09.00—10.00 dan 14.00—15.00. Pemberian pakan saat cuaca relatif panas ini bertujuan agar si ikan aktif bergerak karena suhu airnya telah hangat. Keaktifan gerak ini menyebabkan nafsu makan akan meningkat. Karena itu kolam sebaiknya tidak terhalang dari sinar matahari.(Agrina ).
BAB.V
V. Memaksimalkan Keberhasilan Budidaya Lele
Keberhasilan Budidaya ikan lele ditentukan oleh beberapa faktor antara lain benih yang unggul atau berkualitas baik, makanan yang memilik kandungan gizi tinggi, kondisi air yang baik dan pola pemeliharaan yang tepat. Faktor genetik benih lele sangat mempengaruhui pertumbuhan ikan lele sampai ukuran konsumsi. Lele dumbo yang dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat ternyata mengalami penyimpangan genetik karena kesalahan dalam membudidayakannya, sehingga ditemukan lele strain baru yang dikenal dengan lele sangkuriang. Beberapa petani telah menerapkan sistem pemberian probiotik yang dicampurkan pada paka ikan lele, sehingga pertumbuhan ikan lele dapat lebih cepat , masa panen lebih singkat sehingga efisiensi pakan juga meningkat. Imbas lebih lanjut adalah keuntungan budi daya ikan lele yang meningkat.
Budidaya Ikan Lele
Budi daya ikan lele bisa dibilang gampang-gampang susah, dikatakan mudah karena kemampuan hidup ikan lele cukup baik di beberapa lingkungan yang cukup ekstrim. Tetapi untuk mencapai keberhasilan ekonomis yang maksimal dalam budidaya ikan lele terkadang cukup sulit. Bisa jadi Ikan lele yang dipelihara bisa tumbuh dengan ukuran yang besar, tetapi dari sisi hitung-hitungan ekonomis tidak menguntungkan. Kondisi lingkungan pemeliharaan ikan lele juga harus baik untuk mencegah penyakit ikan lele. Berdasarkan penyampaian beberapa pengalaman Petani Lele Di desa Gunungsari, kecamatan Beji, Pasuruan yang dikenal sebagai sentra budidaya lele konsumsi , sekitar 60 persen masyarakatnya menekuni usaha ini. Namun demikian, hanya sedikit saja yang mendapatkan hasil maksimal . Tidak jarang, diawal-awal atau pada minggu pertama setelah penebaran, banyak bibit lele yang mati. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kondisi air kolam yang kotor, bibit kurang baik, hingga serangan penyakit. Tidak sedikit petani lele di daerah itu gagal panen karena lelenya mati semua. Kalau sudah begitu, bukan keuntungan yang didapat, tetapi jutaan rupiah akan melayang. Seorang yang cukup sukses menjadi petani Lele di sana adalah Bapak Kayat, Bapak Kayat mencoba melakukan beberapa langkah budidaya lele dengan persiapan kolam secara matang, kemudian pembelian bibit lele yang baik/tidak mudah sakit, hingga pemberian pakan yang cukup. Untuk menghindari kondisi air kolam rusak, sirkulasi air perlu diatur, terutama setelah pemberian pakan, dengan demikian air kolam akan selalu bersih dan lele tidak mudah terserang penyakit. Lele tergolong ikan dengan konsumsi pakan cukup besar, jika pakan kurang, maka sesama lele akan saling memangsa. Untuk itu pemberian pakan jangan sampai telat. Untuk mengirit biaya pakan, Kayat biasa memberikan limbah telur atau ayam sebagai pengganti pakan pelet yang harganya sangat mahal. Kebutuhan total pakan lele sendiri bisa mencapai 80% dari total biaya operasional. Apa kunci dari keberhasilan panen lele milik Kayat ? Kuncinya adalah perawatan air kolam dan pemberian pakan yang cukup. Dalam perawatan air kolam, selain menggunakan cara-cara yang sudah biasa dilakukan, Kayat pun menambahkan larutan probiotik. Probiotik yang digunakan adalah Marine Bioaquatic–disebarkan ke air kolam 2 kali seminggu. Marine Bioaquatic mengandung bakteri-bakteri penetralisir air kolam untuk melindungi ikan dari racun dan bakteri-bakteri penyebab penyakit. Selain itu, supaya daya tahan ikan optimal dan tidak mudah terserang penyakit, petani berusia 45 tahun ini juga memberikan Marine Biostimulant yang aplikasinya dicampurkan dengan pakan. Pemberian Biostimulan, ujarnya, ternyata berpengaruh besar terhadap percepatan pertumbuhan lele. (http://symbiorganik.com)
DAFTAR PUSTAKA
*. Haniah., Penetapan Oksigen yang larut dalam air, Derektorat Jenderal Perikanan, Lembaga Penelitia Perikanan Darat, Bogor, 1972.
*.suaramerdeka.com……………………= 1.berita cetak detail & id_beritacetak=45237
2.Harian Kedaulatan Rakyat
*. --------------------- Dasar – dasar Perikanan Umum, cetakan ke 5, Yasa Guna, Jakarta 1980
Sorry, the comment form is closed at this time.
Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)